Papilaja: Bukan Sekadar Jalan, 17 Program Ambon Kini Diuji Manfaatnya
Ambon, Pelita Maluku — Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kota Ambon, Yopi Papilaja, menegaskan bahwa 17 program prioritas Pemerintah Kota Ambon tidak cukup hanya berjalan, tetapi harus terbukti memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Papilaja kepada wartawan di Hotel Kamari , Kamis (9/4/2026), setelah satu tahun program prioritas dijalankan sejak kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
“Semua program sudah jalan. Tapi tidak cukup sampai di situ, sekarang kita masuk tahap mengukur hasil dan dampaknya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, langkah awal pemerintah adalah memastikan seluruh program benar-benar terlaksana. Setelah itu, evaluasi akan difokuskan pada out put dan out come, termasuk sejauh mana program menyentuh kebutuhan warga.
Sebagai contoh, program penyediaan air bersih tidak hanya dinilai dari pembangunan infrastruktur, tetapi dari jumlah warga yang benar-benar terlayani.
“Yang kita ukur nanti adalah cakupan layanan. Berapa banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” katanya.

Papilaja juga mengakui, masih ada organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum menyampaikan laporan pelaksanaan program. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa program prioritas hanya yang menggunakan APBD.
Padahal, menurutnya, banyak program strategis tetap harus dilaporkan meski tidak menggunakan anggaran daerah, seperti penataan pasar, penyelesaian persoalan pemerintahan desa, hingga layanan publik lainnya.

“Semua itu bagian dari program prioritas. Jadi wajib dilaporkan, bukan hanya yang pakai APBD,” tegasnya.
Untuk memperbaiki hal tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) diminta memperjelas sistem pelaporan dan penandaan program prioritas agar mudah dipantau dan dievaluasi.

Ke depan, Pemkot Ambon akan menerapkan evaluasi lebih ketat, termasuk pemberian sanksi bagi OPD yang tidak melaporkan kinerja serta penghargaan bagi yang menunjukkan capaian baik.
Papilaja menegaskan, tujuan utama evaluasi ini adalah memastikan setiap program tidak berhenti pada pelaksanaan, tetapi benar-benar memberi dampak bagi masyarakat.
“Yang kita kejar bukan hanya program selesai, tapi manfaatnya dirasakan warga,” pungkasnya.
Redaksi Pelita Maluku - Ais Fasse
Indonesia
English
Belum Ada Komentar