PESAN TEGAS GUBERNUR KEPADA PEMIMPIN ADAT PADA MUBES LATTUPATTI

AMBON, PELITA MALUKU – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengingatkan para pemimpin adat agar tidak hanya mengandalkan gelar dan kedudukan, tetapi membuktikan kepemimpinan melalui kepercayaan masyarakat. Raja dan Latupati harus hadir mendengar keluhan rakyat, merangkul generasi muda, serta menjadi penengah ketika persoalan adat mengancam persaudaraan antarnegeri.

Pesan itu disampaikan Lewerissa saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) IV Majelis Latupati Maluku di Gedung Baileo Maluku, Jumat (16/10/2026).

Dalam sambutannya, Lewerissa menegaskan, pergantian kepengurusan merupakan bagian wajar dari perjalanan organisasi. Namun, proses musyawarah harus berlangsung dengan bijaksana, aman, dan mengedepankan kepentingan bersama.

Menurutnya, perbedaan pilihan dalam menentukan kepengurusan tidak boleh menjadi alasan untuk merusak hubungan kekeluargaan.

Pemimpin Adat Harus Dekat dengan Rakyat

Lewerissa menekankan, tanggung jawab Latupati tidak berhenti pada urusan organisasi. Mereka juga memiliki tanggung jawab besar terhadap keberlangsungan negeri-negeri adat dan kesejahteraan masyarakat yang dipimpin.

Karena itu, ia meminta para pemimpin adat turun langsung ke tengah masyarakat, memahami kesulitan warga, mendengarkan aspirasi, dan membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam kehidupan adat.

Selain kepemimpinan, Lewerissa menyoroti persoalan batas wilayah dan petuanan yang masih menjadi tantangan di sejumlah negeri.

Ia mendorong Latupati mengambil peran sebagai fasilitator dialog untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih. Penyelesaian harus mengacu pada sejarah, bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, hukum adat yang relevan, serta ketentuan hukum yang berlaku.

Adat dan Pembangunan Harus Berjalan Bersama

Lewerissa juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Ia meminta Latupati mendorong masyarakat menjaga lingkungan, meningkatkan kesadaran terhadap ancaman bencana, dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.

Di sisi pembangunan, Gubernur menyinggung perjuangan RUU Daerah Kepulauan, pengembangan Blok Masela, Maluku Integrated Port, serta pemanfaatan Bendungan Way Apu untuk mendukung ketahanan pangan.

Ia berharap Majelis Latupati Maluku turut menjaga stabilitas sosial agar pembangunan berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak masyarakat adat.

Lewerissa kemudian secara resmi membuka Mubes IV Majelis Latupati Maluku dengan harapan musyawarah menghasilkan keputusan yang memperkuat persatuan dan tanggung jawab pemimpin adat.


AIS FASSE REDAKSI PELITA MALUKU 

Kategori
PEMPROV MALUKU

Artikel Terkait

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar