RENWARIN : Mahasiswa Jangan Jadi Penonton di Era Society 5.0
AMBON, PELITA MALUKU — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Maluku mendorong mahasiswa menjadi penggerak transformasi digital dan inovasi untuk menjawab tantangan era Society 5.0 serta memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan itu disampaikan Kepala Diskominfo Provinsi Maluku, Drs. Titus F.L. Renwarin, M.Si., saat memberikan materi dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Tahun Akademik 2026/2027, Jumat (28/8/2026).
Renwarin menegaskan, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perkembangan teknologi yang bergerak semakin cepat. Generasi muda, kata dia, harus tampil sebagai agen perubahan, inovator sekaligus kelompok intelektual yang mampu memastikan teknologi memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Era Society 5.0 menuntut kita tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial dengan tetap menempatkan manusia sebagai pusat,” ujarnya.
Menurut Renwarin, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT) dan teknologi digital lainnya membuka peluang besar bagi pembangunan. Namun, peluang tersebut juga dibarengi tantangan seperti kesenjangan akses digital, rendahnya literasi digital, keamanan data hingga maraknya informasi palsu.
Karena itu, mahasiswa perlu memperkuat sedikitnya tiga kemampuan utama, yakni literasi digital, berpikir kritis dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Renwarin juga mendorong mahasiswa tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mengembangkan riset dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang kewirausahaan.
“Mahasiswa harus mampu mengubah ilmu pengetahuan menjadi inovasi dan solusi nyata. Riset di perguruan tinggi perlu diarahkan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus membuka peluang kewirausahaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, mahasiswa juga memiliki fungsi kontrol sosial. Pemanfaatan teknologi harus tetap dibangun di atas etika, nilai kemanusiaan, gotong royong, toleransi dan rasa cinta tanah air.
Renwarin berharap generasi muda Maluku mampu mengambil peran lebih besar dalam transformasi digital dengan menciptakan inovasi yang sesuai karakteristik dan kebutuhan daerah.
“Integrasi sumber daya manusia yang unggul, penguasaan teknologi, inovasi dan etika menjadi modal penting untuk memastikan generasi muda Maluku mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
REDAKSI PELITA MALUKU - AIS FASSE
Indonesia
English
Belum Ada Komentar