Stok BBM Aman, Polda Maluku Bongkar Titik Rawan Antrean dan Penyalahgunaan Subsidi
AMBON, PELITA MALUKU — Stok BBM di Maluku disebut aman, tetapi Polda Maluku tidak ingin persoalan berhenti pada angka persediaan. Antrean kendaraan di SPBU, keluhan minyak tanah hingga potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi menjadi sorotan dalam rapat koordinasi lintas instansi yang digelar Polda Maluku.
Rakor melibatkan Pemprov Maluku, Pemkot Ambon, TNI, Pertamina Patra Niaga serta pengelola SPBU. Sejumlah titik pelayanan seperti SPBU Tulehu, Galala, Wayame, Passo dan Lateri ikut menjadi perhatian.
Pertamina memastikan ketahanan stok BBM, LPG dan minyak tanah berada pada kisaran 11 hingga 30 hari. Pasokan juga terus masuk melalui Integrated Terminal Wayame.
Namun, keamanan stok tidak boleh membuat distribusi di lapangan longgar. Antrean kendaraan, khususnya kendaraan logistik, dinilai perlu segera diurai agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus menekan biaya distribusi barang.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah meminta SPBU membuka pelayanan lebih awal. Jika sebelumnya dimulai sekitar pukul 07.00 WIT, pelayanan kendaraan logistik didorong dimulai pukul 05.00 WIT.
Di saat yang sama, pengawasan terhadap BBM bersubsidi diperketat. Aparat bersama Pertamina akan mengawasi rantai distribusi dari terminal hingga SPBU, termasuk potensi pengisian berulang menggunakan barcode maupun modus penyalahgunaan lainnya.
Pertamina menegaskan SPBU yang terbukti melakukan pelanggaran akan mendapat pembinaan tegas. Sepanjang 2026, sedikitnya lima SPBU di Kota Ambon telah mendapatkan pembinaan.
Persoalan minyak tanah juga tidak luput dari perhatian. Meski stok dinyatakan aman, masyarakat masih mengeluhkan sulitnya memperoleh minyak tanah ketika persediaan di sejumlah titik habis.
Pemprov Maluku menegaskan kelancaran BBM berkaitan langsung dengan stabilitas harga pangan. Sebab, ketika distribusi energi terganggu, biaya angkutan dan distribusi barang ikut terdorong.
Rakor ini akhirnya menegaskan satu pesan: BBM harus aman bukan hanya di tangki Pertamina, tetapi juga harus mudah diperoleh masyarakat, tepat sasaran dan bebas dari permainan di lapangan.
REDAKSI PELITA MALUKU - AIS FASSE
Indonesia
English
Belum Ada Komentar