Wagub Maluku: Kampus Bukan Sekadar Pencetak Sarjana, Tapi Penggerak Ekonomi dan Kedamaian

Wagub Maluku: Kampus Bukan Sekadar Pencetak Sarjana, Tapi Penggerak Ekonomi dan Kedamaian

Ambon, Pelita Maluku — Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menegaskan bahwa perguruan tinggi di Maluku, khususnya Universitas Pattimura (UNPATTI), kini memegang peran strategis yang jauh melampaui fungsi akademik. Kampus tidak hanya melahirkan sarjana, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan penjaga kedamaian daerah.

Penegasan itu disampaikan Vanath saat menghadiri Wisuda Universitas Pattimura Periode Januari 2026 di Ambon, Rabu (28/1/2026).

“Setiap tahun, perguruan tinggi di Maluku terus melahirkan generasi muda dengan tingkat kecerdasan dan intelektualitas yang semakin baik,” ujar Vanath di hadapan ribuan wisudawan dan keluarga.

1.340 Wisudawan Dikukuhkan

Pada wisuda periode Januari 2026 ini, sebanyak 1.340 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan berdasarkan SK Rektor UNPATTI Nomor 2469/UM13/SK/2025. Mereka terdiri atas:

958 lulusan Program Sarjana,

304 lulusan Profesi Guru, dan

78 lulusan Program Magister.

Para lulusan berasal dari berbagai daerah di Maluku, mulai dari Pulau Seram, Kepulauan Tenggara, Pulau Buru, hingga wilayah kepulauan lainnya. Menurut Wagub, kondisi ini mencerminkan semakin meratanya akses pendidikan tinggi di Provinsi Maluku.

Kampus dan Kepercayaan Publik

Vanath menilai, kepercayaan masyarakat terhadap kampus-kampus di Maluku terus meningkat. Kampus kini dipandang sebagai ruang strategis yang turut membentuk kehidupan sosial, ekonomi, dan harmoni di tengah masyarakat.

“Kampus bukan sekadar mesin pencetak sumber daya manusia, tetapi juga mesin penggerak ekonomi dan mesin penggerak kedamaian,” tegasnya.

Dampak Ekonomi Nyata

Wagub juga menyoroti kontribusi ekonomi UNPATTI terhadap Kota Ambon dan Maluku secara umum. Dengan jumlah mahasiswa sekitar 30 ribu orang, aktivitas kampus berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat.

“Setiap bulan ada puluhan miliar rupiah yang berputar di tengah masyarakat. Ini bukti bahwa kampus memberi dampak ekonomi nyata,” jelas Vanath.

Keamanan Jadi Kunci Pendidikan

Dalam sambutannya, Vanath mengingatkan bahwa keberlanjutan pendidikan tinggi sangat bergantung pada keamanan dan kedamaian daerah. Stabilitas Maluku, kata dia, menjadi faktor utama bagi orang tua dalam menentukan tempat studi anak-anak mereka.

“Orang tua hanya akan menyekolahkan anaknya di daerah yang aman. Karena itu, menjaga keamanan dan kedamaian Maluku adalah kunci agar kampus-kampus kita terus berkembang,” ujarnya.

Pendidikan untuk Semua

Vanath menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa pendidikan tinggi adalah jalan perubahan bagi seluruh lapisan masyarakat Maluku.

“Hari ini yang diwisuda bukan hanya anak pejabat, tetapi juga anak petani, nelayan, dan masyarakat kecil. Pendidikan adalah jalan utama untuk meningkatkan kualitas hidup dan masa depan Maluku,” pungkasnya.

Wisuda Universitas Pattimura Periode Januari 2026 ini turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Maluku, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku selaku Ketua IKAPATTI, Wali Kota Ambon dan Ketua TP PKK Kota Ambon, serta civitas akademika UNPATTI.


Redaksi Pelita Maluku - Ais 



Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

SERBA - SERBI PELITA MALUKU

Pra RAT KSP CU Hati Amboina 2025: Pemerintah Apresiasi Peran Strategis Koperasi Sejahterakan Anggota...

- CREDIT UNION HATI AMBOINA GELAR PRA RAT TAHUN 2025 -

Wawali Ambon Ajak Warga Dukung Stella di Final Lomba Bintang Radio Nasional...

- Wakil Walikota Ambon Ely. Toisutta S.Sos -

Sosok Humanis, Mourits Tamaela Kembali Pimpin DPC NasDem Kota Ambon ...

- Ketua DPRD Kota Ambon -