25.383 KPM di Ambon Terima Bantuan Beras, Total Capai 761,49 Ton
Ambon, Pelita Maluku — Pemerintah kembali memperkuat jaring pengaman pangan bagi masyarakat. Di Kota Ambon, sebanyak 25.383 keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat bantuan pangan berupa beras untuk periode Juli, Agustus dan September 2026, dengan total mencapai 761.490 kilogram atau 761,49 ton.
Program tersebut diluncurkan di Gudang Bulog Maluku, Halong, Kota Ambon, Rabu (12/8/2026), sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus daya beli masyarakat.
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan, bantuan pangan bukan sekadar kegiatan pembagian beras, tetapi merupakan bukti kehadiran negara dalam memastikan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan, tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
“Bantuan pangan ini harus kita lihat sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Bodewin.
Menurutnya, ketersediaan pangan memiliki kaitan langsung dengan kondisi sosial masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Ambon terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Badan Pangan Nasional, Bulog dan berbagai pihak untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan inflasi.
Bodewin juga meminta pemerintah desa, negeri dan kelurahan ikut mengawal penyaluran agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Ia menekankan pentingnya ketepatan data penerima. Pemerintah saat ini terus melakukan pemutakhiran dan digitalisasi data bantuan sosial agar bantuan tidak salah sasaran.
“Jangan sampai mereka yang secara ekonomi sudah mampu justru mendapatkan bantuan, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak mendapatkannya,” tegasnya.
Kepala Bulog Maluku, Rudy Senawi Tahir, menjelaskan, setiap KPM menerima 10 kilogram beras per bulan selama tiga bulan. Dengan demikian, setiap penerima memperoleh total 30 kilogram beras untuk periode Juli hingga September 2026.
Rudy mengatakan, penyaluran bantuan pangan di Kota Ambon menjadi bagian dari rangkaian program pemerintah dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia memastikan beras yang disalurkan telah melalui pemeriksaan kualitas dan berat bersama pihak terkait, sehingga bantuan yang diterima masyarakat sesuai dengan ketentuan.
Di sisi lain, Rudy mengungkapkan kinerja pengadaan gabah dan beras Bulog di Maluku dan Maluku Utara hingga Juli 2026 meningkat lebih dari 10 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, jajaran pertanian, TNI, Polri, penyuluh pertanian lapangan dan Babinsa.
Bulog menargetkan pengadaan gabah dan beras hingga Desember 2026 dapat terus meningkat, bahkan mencapai 20 kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Rudy berharap sinergi seluruh pihak terus diperkuat untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus memastikan program bantuan pangan berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Redaksi Pelita Maluku - Ais Fasse
Indonesia
English
Belum Ada Komentar