98,25 Persen Warga Ambon Terdaftar JKN, Sapulette : 78 Ribu Lebih Belum Bisa Akses Layanan
AMBON, PELITA MALUKU — Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Ambon telah mencapai 98,25 persen. Namun, angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan akses kesehatan masyarakat karena masih terdapat lebih dari 78 ribu penduduk yang kepesertaannya tidak aktif atau belum terdaftar.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Ambon dalam Forum Komunikasi Implementasi Strategi Penguatan Rekrutmen dan Reaktivasi Peserta untuk Universal Health Coverage (UHC) Berkualitas serta Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan dengan Pemangku Kepentingan Utama Tingkat Kota Ambon, yang digelar di Ruang Flesingen, Balai Kota Ambon.
Forum tersebut dibuka Sekretaris Kota Ambon Robby Sapulette, mewakili Wali Kota Ambon, Rabu (23/9/2026).
Dalam sambutannya, Robby menyebut hingga 1 September 2026, jumlah penduduk Kota Ambon yang telah terdaftar sebagai peserta JKN mencapai 358.347 jiwa atau 98,25 persen dari total penduduk.
Namun, peserta dengan status kepesertaan aktif baru mencapai 280.056 jiwa atau 76,78 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 78.291 jiwa yang belum memiliki akses optimal terhadap layanan kesehatan melalui JKN karena status kepesertaan yang tidak aktif maupun belum terdaftar.
“Ini menjadi tugas kita bersama. Bagaimana memastikan ke depan seluruh masyarakat dapat terlayani tanpa kendala biaya melalui program JKN,” kata Robby.
Menurutnya, UHC tidak cukup hanya mengejar tingginya angka kepesertaan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan masyarakat dapat menggunakan jaminan tersebut ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Pemkot Ambon, kata Robby, telah memastikan fasilitas kesehatan milik pemerintah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Pemkot juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp8,9 miliar pada APBD 2026 untuk mendukung kepesertaan masyarakat.
Upaya memperluas kepesertaan aktif, lanjutnya, membutuhkan kolaborasi pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dunia usaha, lembaga filantropi dan masyarakat.
“Yang belum tercapai harus menjadi pecut bagi kita untuk berusaha lebih baik lagi,” ujarnya.
Pemkot Ambon menargetkan UHC berkualitas bukan sekadar angka statistik, tetapi jaminan agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang bermutu tanpa hambatan finansial.
REDAKSI PELITA MALUKU
Indonesia
English
Belum Ada Komentar