Bukan Sekadar Jual Ikan! Pemkot Ambon Benahi TPI Lewat BAKU DAPA
AMBON,PELITA MALUKU – Bagi nelayan, melaut bukan perkara mudah. Mereka harus menghadapi cuaca, gelombang, dan ketidakpastian hasil tangkapan. Karena itu, hasil kerja keras mereka seharusnya mendapat dukungan tata niaga yang baik agar ikan yang didaratkan memiliki nilai ekonomi lebih menguntungkan.
Persoalan inilah yang ingin dibenahi Pemerintah Kota Ambon melalui inovasi BAKU DAPA, sebuah strategi pengembangan sentra perikanan tangkap untuk memperkuat peran Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebagai penggerak ekonomi daerah.
Melalui Dinas Perikanan Kota Ambon, inovasi yang digagas Kepala Dinas Henly Claudya Simatauw, S.Pi., ini diarahkan untuk menata aktivitas pendaratan, pencatatan, hingga distribusi hasil tangkapan nelayan agar lebih teratur dan transparan.
BAKU DAPA juga menjadi Proyek Perubahan dalam Pelatihan
Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026.
Selama ini, aktivitas pendaratan ikan di Ambon tersebar di 22 sentra perikanan pada lima kecamatan. Sebagian besar masih berlangsung di lokasi pendaratan ikan rakyat yang belum terhubung optimal dengan TPI.
Kondisi tersebut membuat pencatatan produksi, validasi data, dan pemantauan distribusi ikan belum maksimal. Belum lagi pembayaran retribusi yang masih dilakukan secara tunai, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan administrasi dan kebocoran penerimaan daerah.
Untuk menjawab persoalan itu, BAKU DAPA menghadirkan lima langkah pembenahan. Mulai dari penyusunan Peraturan Wali Kota tentang tata kelola distribusi ikan, penerapan SIRIP IKAN untuk pembayaran retribusi secara non-tunai di TPI Arumbae melalui kerja sama dengan Bank Maluku Malut, hingga pengembangan SIPANDAI sebagai sistem digital pencatatan produksi perikanan.
Selain itu, program ini mencakup penguatan fasilitas TPI Nusaniwe serta membangun kolaborasi antara pemerintah, perbankan, nelayan, dan pelaku usaha.
Melalui pembenahan tersebut, TPI diharapkan tidak hanya menjadi tempat ikan didaratkan dan diperjualbelikan, tetapi juga pusat perdagangan yang membuka akses pasar, menjaga mutu hasil tangkapan, dan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Sebab, keberhasilan sektor perikanan bukan hanya diukur dari banyaknya ikan yang diperoleh, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya bagi kehidupan nelayan.
BAKU DAPA diharapkan menjadi langkah nyata agar potensi laut Ambon memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari laut.
AIS FASSE REDAKSI PELITA MALUKU
Komentar