Cegah Penyimpangan Sejak Dini, Inspektorat Ambon Luncurkan SI-BAILEO
AMBON, PELITA MALUKU – Pemerintah Kota Ambon mulai memperkuat pengawasan pemerintahan melalui sistem digital. Inspektorat Kota Ambon resmi meluncurkan SI-BAILEO (Sinergitas Informasi Balai Audit, Monitoring, dan Evaluasi Online), sebuah inovasi yang dirancang untuk mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini.
Sistem ini menjadi langkah perubahan pola pengawasan internal pemerintah daerah. Inspektorat tidak lagi hanya berfokus menemukan kesalahan setelah persoalan terjadi, tetapi juga mencegah risiko penyimpangan sebelum berdampak pada pelaksanaan program dan pengelolaan keuangan daerah.
Kepala Inspektorat Kota Ambon, Selly S. P. Kalahatu, mengatakan SI-BAILEO dikembangkan untuk memperkuat peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan.
"Pengawasan internal tidak semestinya hanya berorientasi pada pencarian kesalahan, tetapi harus mampu menjadi instrumen pembinaan sekaligus memberikan peringatan dini terhadap berbagai potensi penyimpangan," kata Selly kepada wartawan di Ambon, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, dukungan teknologi digital akan mempercepat proses pemantauan, monitoring, dan evaluasi program di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Informasi hasil pengawasan juga dapat terdokumentasi secara sistematis sehingga menjadi dasar bagi pimpinan dalam mengambil keputusan.
SI-BAILEO merupakan proyek perubahan yang digagas Selly bersama jajaran Inspektorat dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026.
Penerapannya dilakukan bertahap. Dalam jangka pendek, sistem difokuskan pada pembangunan mekanisme peringatan dini di lingkungan Inspektorat dan sejumlah OPD. Tahap menengah diarahkan pada perluasan penerapan dan integrasi data, sedangkan jangka panjang menargetkan sistem pengawasan digital yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Selly menegaskan, inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), sekaligus menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah.
Terlebih, Pemkot Ambon kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.
Peluncuran SI-BAILEO dibuka Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, di Balai Kota Ambon, Selasa (3/11/2026), dengan dihadiri Sekretaris Kota dan pimpinan OPD.
Bodewin mengapresiasi inovasi tersebut dan berharap penerapannya mampu meningkatkan efektivitas pengawasan, mempercepat evaluasi, serta membangun budaya kerja yang transparan dan akuntabel.
Nama SI-BAILEO diambil dari baileo, rumah adat Maluku yang menjadi ruang berkumpul dan bermusyawarah. Filosofi ini mencerminkan pentingnya kolaborasi dan tanggung jawab bersama dalam membangun pemerintahan yang bersih.
Melalui sistem ini, Inspektorat diharapkan tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga mitra OPD dalam mencegah penyimpangan dan memperbaiki kualitas pelayanan pemerintahan.
AIS FASSE REDAKSI PELITA MALUKU
Komentar