Lantik 224 Pejabat, Bodewin Tantang ASN: Tinggalkan Zona Nyaman, Cari Solusi untuk Ambon
AMBON, PELITA MALUKU — Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena melantik 224 Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Ambon, Jumat (11/9/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Pattimura Park, Kota Ambon, itu tidak sekadar menjadi seremoni pergantian atau pengisian jabatan. Bodewin justru memberikan tantangan tegas kepada para pejabat baru agar tidak terjebak dalam zona nyaman, tetapi berani turun menghadapi dan menyelesaikan persoalan masyarakat.
Pengambilan sumpah janji dan pelantikan ditandai dengan penyematan tanda pangkat oleh Bodewin. Pengangkatan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Ambon Nomor 661 dan 662 Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Bodewin mengatakan penataan birokrasi menjadi salah satu komitmen penting pemerintahannya. Karena itu, pengisian jabatan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kapasitas ASN, kebutuhan organisasi serta usulan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Menurutnya, kepala OPD merupakan pihak yang paling mengetahui kapasitas dan kinerja bawahannya karena bekerja bersama setiap hari. Untuk itu, usulan pengangkatan pejabat harus dilakukan secara objektif agar orang yang ditempatkan benar-benar mampu menjalankan tanggung jawabnya.
“Tujuan ini hanya bisa tercapai kalau kita selektif mungkin menempatkan pejabat pada tempatnya yang tepat,” tegas Bodewin.
Ia menegaskan, penataan tersebut diarahkan untuk membangun birokrasi yang memiliki kapasitas, profesional, serta bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
Bodewin juga memastikan proses pengangkatan telah melalui mekanisme dan ketentuan kepegawaian yang berlaku, termasuk rekomendasi serta pertimbangan teknis dari instansi berwenang.
Namun, setelah jabatan diberikan, kata dia, tanggung jawab terbesar berada di tangan para pejabat yang dilantik.
Bodewin meminta mereka menunjukkan integritas, kejujuran dan konsistensi dalam bekerja. Jabatan, menurutnya, bukan tempat untuk mencari kenyamanan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata.
“Kalau mau ada dalam zona nyaman, mau bekerja cuma di hal-hal yang biasa-biasa saja, tidak perlu jadi pejabat,” tegasnya.
Bodewin bahkan menantang para pejabat untuk berani menggeluti berbagai persoalan yang terjadi di lapangan dan mencari jalan keluarnya.
“Karena saudara sudah menjadi pejabat, tugasnya adalah menggeluti persoalan yang terjadi, cari solusi, bikin Ambon semakin baik,” ujarnya.
Ia mengingatkan, ASN tidak boleh hanya pandai berbicara, tetapi harus memiliki komitmen untuk melaksanakan tugas sesuai aturan dan tanggung jawab yang diberikan.
Selain penguatan integritas pejabat, Bodewin menaruh perhatian serius pada pelayanan publik di tingkat paling bawah. Ia mengatakan pemerintah kota sedang berupaya memperkuat personel hingga kecamatan dan kelurahan agar pelayanan kepada masyarakat tidak tersendat karena keterbatasan aparatur.
Bahkan, ia menargetkan dukungan personel di kelurahan dapat mencapai sekitar tujuh hingga 10 pegawai. Menurutnya, kelurahan merupakan ujung tombak pemerintah dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Ujung tombak pelayanan kita ada pada kelurahan. Karena itu, semua pegawai harus diisi di sana supaya memastikan pelayanan publik pada tingkat terbawah bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Bodewin juga memberikan perhatian khusus kepada camat dan lurah. Ia meminta persoalan warga tidak selalu menunggu laporan hingga ke tingkat wali kota. Masalah lingkungan, sampah, pembangunan rumah maupun persoalan pelayanan harus dapat diketahui dan diselesaikan sedini mungkin di tingkat kelurahan.
“Jangan sampai soal-soal kecil di tingkat kelurahan baru sampai ke wali kota. Untuk apa ada camat dan lurah kalau semua persoalan harus sampai ke wali kota,” tegasnya.
Menurut Bodewin, pejabat di setiap tingkatan harus menjalankan fungsi monitoring, evaluasi dan pengawasan secara aktif. Dengan begitu, pemerintah dapat mengetahui langsung kondisi masyarakat dan mengambil langkah sebelum persoalan berkembang menjadi lebih besar.
Ia berharap pelantikan 224 pejabat ini benar-benar menjadi momentum untuk membuat mesin birokrasi Pemkot Ambon bergerak lebih cepat. Seluruh komponen pemerintahan, mulai dari OPD hingga kecamatan dan kelurahan, harus bekerja dalam satu irama.
“Jadikan jabatan ini sebagai amanah. Kepercayaan yang diberikan sama dengan tugas yang harus dikerjakan. Kerjakanlah itu dengan baik,” pesan Bodewin.
Ia menambahkan, kinerja dan integritas akan menentukan perjalanan karier seorang ASN. Pejabat yang mampu bekerja dengan baik dan menunjukkan tanggung jawab memiliki kesempatan untuk berkembang ke jenjang jabatan yang lebih tinggi.
Bodewin pun meminta seluruh pejabat yang baru dilantik bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi, membangun koordinasi serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
REDAKSI PELITA MALUKU - AIS FASSE
Indonesia
English
Belum Ada Komentar