Maluku Bidik Ekspor dan Pendidikan, Dubes Belanda Buka Pintu Kerja Sama
Ambon, Pelita Maluku - Pemerintah Provinsi Maluku mulai membidik penguatan kerja sama konkret dengan Belanda, mulai dari pendidikan hingga ekspor komoditas unggulan, setelah menerima kunjungan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (7/4/2026).
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Dubes Belanda membahas peluang kerja sama strategis di bidang pendidikan, infrastruktur, serta akses pasar ekspor. Pertemuan berlangsung di Ambon, Selasa (7/4/2026), dan akan berlanjut dengan agenda kunjungan ke kampus pada Rabu (8/4/2026).
Maluku dinilai memiliki potensi besar baik sumber daya manusia maupun komoditas yang bisa terhubung dengan pasar dan institusi Belanda.
Gubernur Maluku menegaskan, pertemuan ini bukan sekadar kunjungan diplomatik, tetapi membuka jalur kerja sama yang lebih terarah dan berdampak langsung.
“Kami ingin kerja sama ini menyentuh hal konkret, terutama peningkatan kualitas SDM dan perluasan pasar ekspor Maluku,” ujarnya.
Di sektor pendidikan, Belanda membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi di Maluku, termasuk Universitas Pattimura dan UIN Abdoel Mutalib Sangadji. Dubes Belanda dijadwalkan mengunjungi kampus UIN pada Rabu untuk membahas kemitraan akademik dan penguatan kapasitas mahasiswa.
Selain itu, pembahasan juga menyasar pengembangan infrastruktur dan akses ekspor komoditas unggulan seperti rempah-rempah dan hasil tambang ke pasar Eropa, khususnya Belanda.
Gubernur juga menyinggung pentingnya dukungan beasiswa, termasuk skema LPDP, sebagai pintu masuk peningkatan kualitas generasi muda Maluku.
Hubungan Maluku dan Belanda memiliki akar sejarah panjang, termasuk keberadaan diaspora Maluku dalam jumlah besar di Belanda yang selama ini berperan di bidang seni, budaya, hingga olahraga.
Duta Besar Belanda, Marc Gerritsen, menyebut kunjungan ini sebagai langkah awal membangun kerja sama yang lebih luas.
“Potensi Maluku besar, terutama di pendidikan, budaya, olahraga, dan komoditas berkualitas tinggi. Ini akan kami tindak lanjuti bersama pemerintah pusat,” katanya.
Pemprov Maluku berharap pertemuan ini tidak berhenti pada wacana, tetapi berlanjut pada kerja sama nyata yang membuka akses pendidikan, memperkuat ekonomi daerah, dan memperluas pasar ekspor bagi Maluku.
Redaksi Pelita Maluku - Ais Fasse
Indonesia
English
Belum Ada Komentar