Ambon, Pelita Maluku – Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-18 KSP Credit Union Hati Amboina bukan sekadar agenda tahunan.
Forum yang digelar di Ambon itu menjadi titik balik perjalanan 19 tahun koperasi tersebut, memasuki fase pemekaran dan evaluasi serius atas kinerja keuangan.

Ketua Puskopcuina yang diwakili pengurus, Edi V. Petebang, S.Sos, menyebut keberhasilan CU Hati Amboina menggelar RAT secara konsisten selama 18 kali sebagai bukti tata kelola yang berjalan. Namun ia mengingatkan, tantangan ke depan jauh lebih berat.
Mulai 2026, CU Hati Amboina akan melahirkan dua koperasi baru sebagai hasil pemekaran, yakni CU Hati Nuhu Evav dan CU Hati Duan Lolat.

Menurut Edi, pemekaran adalah langkah strategis agar pelayanan lebih dekat ke anggota di kabupaten/kota. Namun ia memberi pesan tegas: jangan sampai induk justru tertinggal dari “anaknya”.
“Dua CU baru yang akan berdiri kabarnya sudah mengantongi dua ribuan anggota. Sementara di Ambon masih seribuan lebih. Ini tantangan serius untuk bertumbuh,” ujarnya.

Data jaringan nasional menunjukkan CU Hati Amboina berada di peringkat 24 dari 45 credit union anggota sekunder nasional, baik dari sisi jumlah anggota maupun aset. Namun untuk rasio pinjaman beredar, posisinya masih di papan bawah, yakni sekitar 36,7 persen dan berada di peringkat 42 dari 45 CU.
Padahal, idealnya rasio pinjaman berada di kisaran 70–80 persen agar koperasi simpan pinjam mampu menghasilkan pendapatan optimal. Rendahnya pinjaman beredar berarti dana anggota belum berputar maksimal.

Edi menegaskan, koperasi hanya akan kuat jika tiga fondasi dijaga: transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan. Pengurus harus dipercaya mengelola dana dengan benar, sementara anggota wajib menjaga komitmen mengembalikan pinjaman tepat waktu.
“Kredit union itu people helping people. Tidak bisa satu pihak saja yang bergerak. Anggota tidak boleh hanya menabung, tapi juga berani memanfaatkan pinjaman produktif,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Pengurus CU Hati Amboina, Pastor Jemmy Balubun, MSC, menyebut pemekaran sebagai momentum bersejarah. Setelah 19 tahun berjalan sebagai satu entitas, kini gerakan koperasi itu akan berdiri lebih mandiri di daerah-daerah dengan struktur dan kepengurusan baru.
Ia mengakui perjalanan CU belum sempurna. Fluktuasi aset, pinjaman, hingga deposito menjadi dinamika yang tak terhindarkan. Namun tren pertumbuhan tetap menjadi target utama.
“Pemekaran bukan sekadar administrasi. Ini soal keberanian mandiri dan memastikan gerakan tetap hidup, bukan hanya papan nama baru,” ujarnya.

Disamping itu Panitia RAT yang diketuai Lidya M. Ivakdalam melaporkan kegiatan diikuti 150 anggota dari kantor Cabang Ambon, kantor cabang Kecil kecil, Kantor Cabang Saumlaki serta kantor Pembantu Dobo, dan Kei Besar, dan disiarkan secara daring bagi anggota di luar Pulau Ambon. Total anggaran pelaksanaan RAT mencapai Rp59 juta.
RAT ini membahas laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas Tahun Buku 2025 serta menetapkan program kerja dan anggaran 2026. Harapannya, pemekaran dan evaluasi kinerja keuangan menjadi titik tolak memperkuat pertumbuhan anggota, aset, dan rasio pinjaman beredar.

Dengan jaringan nasional yang menaungi 45 CU di 25 provinsi dan sekitar 600 ribu anggota, CU Hati Amboina diingatkan untuk tidak berjalan sendiri. Tantangannya kini jelas: memperbesar partisipasi anggota, memperkuat perputaran dana, dan memastikan koperasi benar-benar menjadi alat pemberdayaan ekonomi masyarakat Maluku.








Komentar
Belum Ada Komentar