Pemprov Maluku Gandeng Bank Mandiri dan Bea Cukai Promosikan Potensi Wisata ke Dunia
BALI, PELITA MALUKU – Pemerintah Provinsi Maluku memanfaatkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, sebagai pintu promosi untuk memperkenalkan potensi wisata dan produk ekonomi kreatif Maluku kepada wisatawan domestik maupun manca negara.
Menariknya, promosi yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 2 November 2026 ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Bank Mandiri dan Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama Kepala Dinas Pariwisata Maluku, Melkias Lohy, melakukan koordinasi dengan Regional CEO Bank Mandiri Region XI Bali dan Nusa Tenggara, Alexander Jonathan Patty, serta Kepala Kanwil Bea Cukai Bali Nusra, R. Fadjar Donny Thahjadi, Minggu (1/11/2026).
Melalui kerja sama tersebut, Pemprov Maluku memanfaatkan fasilitas gerai (booth) Bank Mandiri di kawasan bandara untuk menampilkan potensi wisata bahari, kekayaan budaya, destinasi unggulan, hingga produk ekonomi kreatif khas Maluku.
Lewerissa mengatakan, Bali merupakan salah satu pusat pariwisata internasional di Indonesia. Karena itu, kehadiran promosi Maluku di bandara tersebut menjadi peluang untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus menarik minat wisatawan berkunjung ke Maluku.
Ia mengapresiasi dukungan Bank Mandiri dan Bea Cukai yang telah menyediakan ruang promosi bagi potensi daerah.
Sementara itu, Melkias Lohy menjelaskan, kolaborasi ini menggunakan skema non-budget sehingga tidak membebani APBD. Menurutnya, pola kerja sama lintas sektor tersebut menjadi alternatif promosi daerah yang lebih efektif dan efisien.
Tidak hanya mengandalkan materi promosi, Gubernur juga turun langsung menyapa penumpang yang tiba maupun akan berangkat melalui Bandara Ngurah Rai. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk memperkenalkan Maluku sebagai destinasi wisata bahari, budaya, dan sejarah.
Pemprov Maluku berharap langkah ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas pasar produk lokal, serta membuka peluang investasi.
Dengan memanfaatkan jaringan dan fasilitas mitra strategis, Maluku kini berupaya memperkenalkan pesonanya kepada dunia tanpa harus menambah beban anggaran daerah.
AIS FASSE REDAKSI PELITA MALUKU
Komentar