Tiga Pendaki Tewas, Kasad Kerahkan Kodam Pattimura dalam Misi Kemanusiaan Gunung Dukono
Halmahera Utara, Pelita Maluku – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bergerak cepat merespons tragedi erupsi Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, dengan memerintahkan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Doddy Triwinarto mengerahkan seluruh potensi satuan untuk mendukung operasi kemanusiaan di lokasi bencana.
Langkah cepat itu dilakukan untuk membantu proses pencarian, evakuasi, serta penanganan para pendaki yang terdampak letusan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia tersebut.
Menindaklanjuti instruksi Kasad, Pangdam XV/Pattimura langsung turun ke lapangan memimpin dan mengendalikan operasi bersama tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, Polri, BPBD, pemerintah daerah, hingga relawan masyarakat.
Hingga Minggu pagi, 10 Mei 2026, proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung di tengah medan ekstrem dan ancaman aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang belum sepenuhnya mereda.
Data sementara menunjukkan sebanyak 20 pendaki berada di kawasan Gunung Dukono saat erupsi terjadi. Dari jumlah tersebut, 17 orang berhasil selamat, terdiri atas 10 warga negara Indonesia (WNI) dan tujuh warga negara asing (WNA). Sementara tiga pendaki dinyatakan meninggal dunia, masing-masing satu WNI dan dua WNA.

Pada Sabtu, 9 Mei 2026, tim gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi satu jenazah pendaki WNI bernama Angel (40), menambah daftar korban dalam tragedi yang mengguncang dunia pendakian tersebut.
Untuk memperkuat operasi kemanusiaan, TNI AD mengerahkan personel dari Kodim Tobelo sebanyak satu pleton, Koramil Galela satu regu, serta satu pleton prajurit Yonif 732. Mereka bergabung bersama satu regu Basarnas, satu pleton Brimob, satu pleton Polres Halmahera Utara, serta sekitar 20 warga yang turut membantu pencarian di lapangan.
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan seluruh personel yang bertugas harus tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap tahapan operasi, mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih berlangsung dan berpotensi membahayakan tim penyelamat.
Selain fokus pada evakuasi korban, TNI AD juga memastikan kesiapan penuh untuk memberikan dukungan lanjutan bagi masyarakat sekitar apabila situasi berkembang dan membutuhkan penanganan tambahan.
Hingga saat ini, kondisi di sekitar Gunung Dukono belum berdampak pada pengungsian warga. Namun masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Sementara itu, seluruh korban WNI yang selamat telah kembali ke keluarganya masing-masing. Adapun korban WNA yang berhasil dievakuasi kini berada di Ternate sambil menunggu jadwal penerbangan menuju Jakarta.

Melalui Kodam XV/Pattimura, TNI AD menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan seluruh proses operasi kemanusiaan berjalan maksimal hingga seluruh tahapan dinyatakan selesai.
Redaksi Pelita Maluku
Indonesia
English
Belum Ada Komentar