TOT Al-Qur’an Isyarat Ambon 2025 | Pendidikan Agama untuk Anak Tunarungu
Sabtu, 29 November 2025
“Nyalakan Cahaya Dari Timur Untuk Indonesia
Bagikan

TOT Al-Qur’an Isyarat Ambon 2025 | Pendidikan Agama untuk Anak Tunarungu

Ambon , Pelita Maluku — Program Training of Trainer (TOT) Pengajar Al-Qur’an Isyarat 2025 berlangsung selama dua hari, 29–30 November 2025, di Hotel Grand Avira, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi para pengajar dalam menyampaikan pembelajaran Al-Qur’an kepada penyandang tunarungu dan tuna wicara.

Program TOT ini merupakan kerja sama antara Kantor Wilayah Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Provinsi Maluku, serta SLB Negeri Kota Ambon. Kegiatan diikuti peserta dari berbagai daerah di Maluku, termasuk Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kota Tual, Kabupaten Kepulauan Aru, dan Kabupaten Luwuk.

Kepala Baznas Provinsi Maluku, Zaiful Almaskati, menjelaskan bahwa pelaksanaan TOT ini dilakukan untuk memperluas akses pendidikan agama bagi masyarakat disabilitas.

 “Pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak disabilitas merupakan kebutuhan penting dan mereka berhak mendapatkannya, baik secara formal maupun informal. Program ini menjadi ikhtiar untuk menyediakan fasilitas dan ruang belajar yang layak bagi penyandang disabilitas,” jelasnya.

img-1764409923.jpg

Zaiful menambahkan bahwa program tersebut dibiayai melalui dana zakat agar benar-benar menyentuh kelompok yang berhak menerima manfaat.

Di sisi lain, Kepala SLB Negeri Kota Ambon, Padil Sarip Mako, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk pengimbasan ilmu bagi peserta agar bisa diterapkan di daerah masing-masing.

“Melalui TOT ini, para guru dan orang tua dapat memahami metode pengajaran Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat sehingga peserta didik tunarungu bisa memperoleh pembelajaran agama secara setara,” ujarnya.

img-1764409984.jpg

Program ini juga melibatkan instruktur dari pusat serta alumni pelatihan COC sebelumnya yang telah memiliki kompetensi tersertifikasi.

Pelatihan mendapatkan respons positif dari peserta, orang tua, dan guru pendamping. Masita, peserta dari Kisar, berharap ilmu yang diperolehnya dapat dimanfaatkan untuk mendampingi anak-anak tuli belajar Al-Qur’an secara mandiri.

Sementara itu, Hajifa, orang tua siswa, menilai kegiatan ini membantu mereka memahami cara mengajarkan Al-Qur’an kepada anak disabilitas.

Guru SLB Negeri Batu Merah, Fitra Aswadi, juga mengapresiasi pelatihan karena mudah dipahami oleh siswa tunarungu maupun orang tua dan berharap program serupa dapat berlanjut.

Dengan terselenggaranya TOT ini, penyelenggara berharap pembelajaran Al-Qur’an dengan bahasa isyarat dapat diterapkan lebih luas, bukan hanya di Ambon tetapi di seluruh wilayah Provinsi Maluku.


REDAKSI PELITA MALUKIU - AIS 


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar