Wali Kota Serahkan LKP, Ambon Diuji Inflasi dan Perubahan Iklim
Ambon, Pelita Maluku – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKP) Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kota Ambon dalam rapat paripurna, Selasa (31/3/2026).
Penyerahan laporan tersebut dilakukan bersama Wakil Wali Kota Ely Toisutta, sekaligus menjadi bagian dari agenda pembahasan tingkat I terhadap tiga rancangan peraturan daerah (Ranperda).
Dalam penyampaiannya, Wali Kota menegaskan bahwa LKP merupakan bentuk akuntabilitas pemerintah kepada publik, sekaligus amanat undang-undang yang memuat capaian kinerja pembangunan sepanjang 2025.
Ia mengakui, tahun 2025 menjadi periode yang penuh tekanan bagi Kota Ambon. Inflasi dan fluktuasi harga pangan masih membayangi daya beli masyarakat, sementara dampak perubahan iklim menuntut pemerintah memperkuat mitigasi bencana dan penataan ruang yang lebih berkelanjutan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak agar tantangan ini bisa dihadapi bersama,” ujarnya.
Meski dihadapkan pada berbagai tekanan, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ambon tetap terjaga, termasuk pasca Pemilu 2024. Stabilitas ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan daerah.
Sepanjang 2025, Pemerintah Kota Ambon menjalankan 17 program prioritas yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat hingga penguatan ekonomi. Di sektor sanitasi, pengembangan jaringan air bersih dilakukan di sembilan lokasi, perbaikan kebocoran di lima titik, serta pembangunan 16 sumur bor melalui dukungan pemerintah pusat.
Pada sektor lingkungan, pengelolaan sampah diperkuat melalui kerja sama dengan bank sampah, penambahan delapan unit kompresor dan satu alat berat, serta pembenahan sistem air limbah. Kesadaran masyarakat juga meningkat, ditandai dengan keterlibatan aktif dalam kerja bakti rutin di desa dan kelurahan.
Upaya mengatasi kemacetan dilakukan melalui pemeliharaan 12 ruas jalan utama, pengembangan transportasi publik, serta penataan ruang kota. Pemerintah juga mendorong dukungan untuk pelebaran Jalan Jenderal Sudirman yang masih terkendala status lahan.
Di sektor ekonomi, Pemkot Ambon memberikan sertifikasi kepada 50 pengurus koperasi, mendukung 715 pelaku usaha mikro, serta menyalurkan bantuan alat perikanan kepada 1.280 nelayan. Pelatihan keterampilan, termasuk bagi penyandang disabilitas, juga terus diperluas.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur mencapai 8.287 unit, dengan dukungan anggaran termasuk sekitar Rp150 miliar untuk pengembangan ekonomi kreatif.
Wali Kota berharap pembahasan LKP bersama DPRD dapat berjalan konstruktif, sehingga program pembangunan ke depan semakin tepat sasaran, terutama dalam menghadapi tekanan inflasi dan dampak perubahan iklim.
Redaksi Pelita Maluku - Ais Fasse
Indonesia
English
Belum Ada Komentar