Jakarta Pelita Maluku – Kota Ambon masuk daftar daerah uji coba digitalisasi bantuan sosial. Wali Kota Ambon Bodewin Watimena menegaskan, program ini bukan soal teknologi, melainkan membenahi data yang selama ini membuat bansos sering salah sasaran.
Pernyataan itu disampaikan Bodewin usai mengikuti pembahasan digitalisasi bansos di Kementerian Dalam Negeri, Selasa (3/2/2026).
Menurut Bodewin, akar masalah penyaluran bansos selama ini adalah data penerima yang tidak akurat dan berbeda antar instansi. Akibatnya, bantuan kerap diterima pihak yang tidak berhak, sementara warga miskin justru terlewat.
“Kalau datanya salah, kebijakannya pasti ikut salah. Ini yang sedang diperbaiki,” ujar Bodewin.
Ia menyebut Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) akan menjadi satu-satunya rujukan penentuan penerima bansos dan program pengentasan kemiskinan. Dengan sistem digital, data dapat dibuka, dicek, dan dikoreksi berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Digitalisasi, lanjut Bodewin, juga membawa konsekuensi yang harus diterima semua pihak.
“Ada yang akan keluar dari daftar penerima, ada yang masuk. Itu wajar karena semuanya berbasis fakta,” tegasnya.
Kota Ambon menjadi satu dari 41 kabupaten/kota yang dijadikan lokasi uji coba. Target nasionalnya, seluruh data sosial ekonomi terintegrasi penuh pada Oktober 2026.
Bodewin menambahkan, integrasi data penting untuk menghentikan praktik lama di mana setiap instansi menggunakan data sendiri-sendiri.
“Ke depan, pemerintah bekerja dengan satu data. Supaya bantuan tidak lagi diperebutkan, tapi benar-benar sampai ke yang berhak,” pungkasnya.
Redaksi Pelita Maluku - Ais











Komentar
Belum Ada Komentar