Wattimena: Birokrasi Ambon Harus Diisi Orang yang Tepat Sesuai Keahlian
AMBON, PELITA MALUKU — Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menegaskan penguatan birokrasi tidak cukup hanya dengan menempatkan aparatur pada jabatan, tetapi harus memastikan setiap tugas ditangani oleh orang yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.
Menurut Wattimena, birokrasi pemerintahan saat ini membutuhkan keseimbangan antara tenaga generalis dan spesialis. Karena itu, keberadaan jabatan fungsional berbasis keahlian dan keterampilan menjadi penting untuk memastikan berbagai persoalan pelayanan publik dapat ditangani secara cepat, tepat, dan profesional.
“Permasalahan di berbagai bidang tugas Pemerintah mesti kita serahkan kepada para ahlinya. Bicara peningkatan kualitas pendidikan, guru ahlinya. Bicara pengembangan teknologi informasi, ahli pranata komputer ahlinya,” tegas Wattimena.
Ia mengatakan, terisinya jabatan-jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Ambon diharapkan dapat memperkuat mesin birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Bagi Wattimena, birokrasi yang kuat bukan sekadar ditandai dengan banyaknya pejabat yang menduduki jabatan, tetapi juga kemampuan aparatur menerjemahkan kebutuhan masyarakat menjadi pelayanan yang cepat dan tepat sasaran.
“Dengan terisinya jabatan fungsional ini, mesin birokrasi Kota Ambon kita harapkan makin solid untuk bergerak cepat menjawab dinamika kebutuhan warga,” ujarnya.
Selain pelantikan pejabat fungsional, Pemerintah Kota Ambon juga menyiapkan pelantikan lebih dari 200 pejabat struktural Eselon III dan IV.
Namun, pelantikan tersebut dijadwalkan setelah rangkaian peringatan HUT ke-451 Kota Ambon pada 7 September 2026. Langkah itu dilakukan agar proses pergeseran maupun penyesuaian administrasi pejabat tidak mengganggu konsentrasi pemerintah dalam menyiapkan agenda hari jadi kota.
“Setelah HUT Kota tanggal 7, sekitar tanggal 10 kita akan melantik 200 lebih pejabat struktural Eselon III dan IV,” kata Wattimena.
Menurutnya, penundaan pelantikan bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin memastikan seluruh rangkaian HUT Kota Ambon berjalan maksimal tanpa terganggu oleh dinamika perpindahan tugas maupun penyesuaian administrasi di lingkungan birokrasi.
Wattimena juga mengingatkan seluruh aparatur yang menerima kepercayaan melalui jabatan baru agar tidak melihat jabatan semata sebagai posisi administratif.
Jabatan, kata dia, merupakan amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia meminta para ASN yang dilantik bekerja dengan tulus, ikhlas, serta mengedepankan kepentingan masyarakat dalam menjalankan tugas.
“Seluruh ASN yang dilantik diharapkan dapat memberikan pelayanan yang transparan, responsif, serta tidak berbelit-belit demi mewujudkan Kota Ambon yang makin maju,” tandasnya.
Ia menekankan, kualitas birokrasi pada akhirnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan pemerintah yang mudah diakses, cepat, transparan, dan tidak menyulitkan warga.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Ambon Mourits Tamaela, jajaran Forkopimda Kota Ambon, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah undangan lainnya.
REDAKSI PELITA MALUKU - AIS FASSE
Indonesia
English
Belum Ada Komentar