Ambon Bertahan di Tengah Tekanan Global, Wattimena Paparkan Capaian Nyata 2025
Kamis, 01 Januari 2026
“Nyalakan Cahaya Dari Timur Untuk Indonesia
Bagikan

Ambon Bertahan di Tengah Tekanan Global, Wattimena Paparkan Capaian Nyata 2025

Ambon, Pelita Maluku – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena memaparkan capaian strategis pembangunan Kota Ambon sepanjang tahun 2025, sekaligus membuka secara jujur tantangan berat yang akan dihadapi pada 2026, dalam pidato akhir tahun di hadapan DPRD Kota Ambon dan para pemangku kepentingan, Selasa (31/12/2025).

Wattimena menegaskan, 2025 merupakan tahun penuh tekanan, di mana pemerintah daerah dituntut tetap menghadirkan pelayanan publik berkualitas di tengah keterbatasan fiskal, risiko perubahan iklim, serta dampak ketidakpastian global terhadap pangan dan energi.

“Namun dengan kerja kolektif dan keberpihakan pada rakyat, Ambon mampu bertahan dan terus bergerak maju,” tegas Wattimena.

Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun

Secara ekonomi, Kota Ambon mencatat pertumbuhan 4,82 persen pada kuartal III 2025, meski masih di bawah target RKPD sebesar 5,32 persen. Namun, Wali Kota optimistis pertumbuhan kuartal IV akan melampaui target.

Kabar baik lainnya, tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 4,34 persen atau sekitar 22.300 jiwa, lebih rendah dari target RKPD 5,05 persen. Sementara itu, inflasi tahunan November 2025 terkendali di angka 2,93 persen, terendah dibanding rata-rata empat tahun terakhir.

IPM Tertinggi di Maluku

Prestasi membanggakan juga dicapai pada sektor pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Ambon mencapai 83,97 poin, tertinggi di Provinsi Maluku dan masuk kategori sangat tinggi secara nasional, melampaui target RKPD 2025.

“Ini bukti bahwa pembangunan Ambon tidak hanya mengejar angka, tetapi kualitas hidup manusia,” ujar Wattimena.

Fondasi RPJMD 2025–2030 Diletakkan

Tahun 2025 menjadi tahun pertama pelaksanaan RPJMD 2025–2030 dengan visi “Ambon yang Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan”. Visi tersebut diterjemahkan ke dalam 17 program prioritas.

Di antaranya:

Perluasan akses air bersih melalui ratusan sambungan rumah baru, Penataan persampahan dan lingkungan

Pengurangan kemacetan, perbaikan jalan dan pasar Penanganan kawasan permukiman kumuh.

UMKM Didorong 

Investasi Tumbuh Pada sektor ekonomi, Pemkot Ambon fokus menciptakan lapangan kerja melalui: Penguatan UMKM

Pembentukan 50 Koperasi Merah Putih,

Peningkatan realisasi investasi yang hingga kuartal III 2025 mencapai Rp269 miliar

Pelayanan Publik Makin Dekat ke Rakyat.

Dalam bidang pelayanan publik, Pemkot Ambon menyiapkan Mall Pelayanan Publik yang direncanakan mulai beroperasi pada 2026. Program 

“Wali Kota Jumpa Rakyat” telah dilaksanakan 24 kali, menindaklanjuti ratusan aduan warga secara langsung.

Selain itu, diluncurkan Call Center 112 sebagai bagian dari penguatan Ambon Smart City, serta pengembangan ekosistem ekonomi kreatif Ambon City of Music.

Pariwisata Mulai Bangkit

Di sektor pariwisata, jumlah wisatawan mancanegara hingga kuartal III 2025 tercatat 3.230 orang, dengan tingkat hunian hotel 43,66 persen, menunjukkan tren pemulihan yang positif.

2026 Lebih Berat, Persatuan Jadi Kunci

Menghadapi 2026, Wattimena menegaskan tantangan pembangunan akan semakin kompleks. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan, toleransi, dan kedamaian sebagai prasyarat utama pembangunan Kota Ambon.

Menutup pidatonya, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPRD Kota Ambon, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, media, serta seluruh masyarakat atas dukungan dan kerja sama sepanjang 2025.



Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar