Energizing Maluku 2026 Gebrak Ekonomi Daerah, Reza Maspaitella : Pengangguran dan UMKM Jadi Sasaran
AMBON, PELITA MALUKU – Program Energizing Maluku 2026 disiapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan menyasar tiga kelompok utama, yakni lulusan pendidikan yang belum bekerja, calon wirausaha atau pelaku startup, serta pelaku UMKM.
Ketua Panitia Penyelenggara Energizing Maluku 2026, Reza Valdo Maspaitella, mengatakan program tersebut dirancang sebagai platform kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, Kadin Indonesia, lembaga keuangan dan regulator, BUMN, serta dunia usaha untuk melahirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Bukan hanya sekadar pelatihan, pemberdayaan, seminar atau FGD, tetapi program nyata untuk menjembatani tantangan yang ada,” kata Reza.
Menurutnya, Energizing Maluku merupakan bagian dari Energizing Indonesia yang melibatkan Kadin Indonesia, Pemerintah Provinsi Maluku, Bank Indonesia, OJK, Kementerian Keuangan, BUMN, serta sektor swasta nasional dan asing.
Kolaborasi ini diarahkan untuk memetakan potensi dan persoalan Maluku, kemudian diterjemahkan menjadi program konkret di bidang investasi, pengembangan sumber daya manusia, kewirausahaan dan UMKM.
“Harapannya menghasilkan dampak bagi perekonomian Maluku, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang bisa dirasakan,” ujarnya.
Reza menjelaskan, kelompok pertama yang menjadi sasaran adalah lulusan SMA, SMK, akademi dan perguruan tinggi yang belum terserap dunia kerja.
Kelompok kedua adalah masyarakat yang ingin membangun usaha maupun masuk ke dunia startup. Sedangkan kelompok ketiga adalah pelaku UMKM yang didorong agar mampu naik kelas, dari usaha mikro menjadi kecil, menengah hingga besar.
Energizing Maluku 2026 sesuai jadwal akan dilaksanakan pada 12 September 2026, dan di buka oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama para pemangku kepentingan.
Forum tersebut akan membahas potensi dan tantangan ekonomi Maluku, termasuk persoalan sumber daya manusia. Masukan dari pemerintah, akademisi, dunia usaha dan lembaga terkait diharapkan menjadi dasar untuk membangun pola kolaborasi yang berkelanjutan.
Reza menegaskan, Energizing Maluku tidak berhenti pada kegiatan pembukaan. Program akan berlanjut selama enam minggu setiap hari Sabtu, dengan pembinaan dan pengembangan kapasitas bagi tiga kelompok sasaran.
Pada minggu ketujuh, kegiatan ditutup dengan pameran UMKM di Lapangan Merdeka Ambon sekaligus job hiring yang melibatkan BUMN, perusahaan swasta nasional maupun asing.
Pencari kerja akan diberikan kesempatan mengikuti proses rekrutmen dan wawancara langsung. Sementara calon wirausaha akan mendapat ruang melakukan business pitching di hadapan lembaga permodalan dan investor.
“Program ini diharapkan tidak hanya menjadi forum pertemuan, tetapi menghasilkan langkah nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan perekonomian Maluku,” tegas Resa.
REDAKSI PELITA MALUKU - AIS FASSE
Indonesia
English
Belum Ada Komentar