Maluku Bermasmur 2026 Bidik 17.000 Peserta, Tamu dari 7 Negara Bakal Hadir di Ambon
AMBON, PELITA MALUKU — Kota Ambon bersiap menjadi pusat pertemuan rohani internasional melalui kegiatan Maluku Bermasmur 2026 yang menargetkan sekitar 17.000 peserta.
Agenda pada 21–23 Oktober 2026 ini akan menghadirkan sekitar 200 tamu internasional dari tujuh negara, sekaligus membawa harapan bagi penguatan toleransi, persaudaraan, dan perputaran ekonomi daerah.
Ketua Panitia Maluku Bermasmur 2026, Grisly Berhitu, menjelaskan dalam keterangan pers di Islamic Center, Sabtu (10/10/2026), kegiatan tersebut berawal dari prakarsa komunitas masyarakat Ambon di Belanda sebagai ungkapan syukur atas 75 tahun keberadaan warga Ambon di negara itu.
Menurutnya, kegiatan ini melibatkan tokoh rohani dan pakar kepemimpinan internasional. Agenda yang semula direncanakan berlangsung di Maryland, Amerika Serikat, akhirnya dipindahkan ke Kota Ambon setelah melalui koordinasi panitia.
“Maluku Bermasmur bukan hanya pertemuan rohani, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan, memperkuat kerukunan, serta memperkenalkan budaya dan kearifan lokal Maluku kepada masyarakat internasional,” demikian inti penjelasan panitia.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan seminar rohani pada Rabu (21/10/2026) pukul 17.00 WIT di Auditorium Presisi Manise, Polda Maluku, Tantui.
Acara puncak berlangsung pada 22–23 Oktober 2026 mulai pukul 16.00 WIT di Stadion Mandala Remaja, Karang Panjang, Ambon. Sementara itu, Pastor and Leaders Conference dijadwalkan Jumat (23/10/2026) pukul 09.00 WIT di Auditorium Presisi Manise.
Sejumlah tokoh rohani internasional dijadwalkan hadir, termasuk Dr. Paul Enenche dan Dr. Mrs. Becky Paul Enenche dari Nigeria. Kegiatan ini juga melibatkan Uskup Keuskupan Amboina, Pdt. Prof. Dr. John Ruhulessin, serta Niki Becker, runner-up Indonesian Idol 2026.
Panitia menyiapkan sekitar 1.000 penyanyi koor, 1.000 usher dan konselor, serta lebih dari 200 pengisi acara. Untuk mendukung mobilisasi peserta, sebanyak 1.281 angkutan kota juga disiapkan.
Selain menjadi ruang doa bagi Indonesia, Maluku, dan Ambon, kegiatan ini diharapkan menggerakkan ekonomi lokal melalui kedatangan tamu, aktivitas transportasi, penginapan, kuliner, dan belanja masyarakat.
Dukungan pemerintah daerah, Forkopimda, kepolisian, serta kalangan akademisi diharapkan memperlancar pelaksanaan kegiatan berskala internasional tersebut.
AIS FASSE REDAKSI PELITA MALUKU
Komentar