Sentra Tenun Tawiri Dibuka, Regenerasi Penenun Muda Ambon Didorong
Ambon, Pelita Maluku – Program pemberdayaan penenun bertajuk Tenunin Ambon resmi diluncurkan di Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Rabu (4/3/2026). Program ini bertujuan memperkuat kapasitas penenun sekaligus mendorong lahirnya generasi penenun muda di Kota Ambon.
Program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) yang menggandeng lembaga Insan Bumi Mandiri (IBM) sebagai mitra pelaksana. Sejak dimulai pada Juni 2025, program ini fokus pada pendampingan kelompok penenun serta penguatan ekosistem tenun di Desa Tawiri.
Sekretaris Kota Ambon Robert Sapulette yang mewakili Wali Kota Ambon mengatakan, kehadiran program tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi tenun sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada PT SMI dan Insan Bumi Mandiri atas inisiatif ini. Kehadiran Tenunin Ambon sangat penting untuk mendorong regenerasi penenun muda. Bahkan sekarang mulai banyak anak muda, termasuk laki-laki, yang tertarik belajar menenun,” kata Sapulette.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Ambon siap bersinergi mendukung pengembangan tenun sebagai bagian dari identitas budaya daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Program Tenunin Ambon menghadirkan sentra produksi sekaligus galeri tenun bagi para penenun lokal. Selain itu, berbagai kegiatan penguatan juga dilakukan seperti bantuan alat tenun, kaderisasi penenun muda, pengembangan produk berbasis pewarna alami, serta pelatihan literasi keuangan dan pemasaran.
CEO Tenunin Anggara Sutisna berharap sentra tersebut dapat menjadi ruang tumbuh bagi ekonomi kreatif berbasis budaya di Ambon.
“Semoga sentra tenun ini menjadi ruang tumbuh bagi ekonomi, budaya, dan generasi yang akan datang. Terima kasih atas kolaborasi semua pihak yang mendukung lahirnya Tenunin Ambon,” ujarnya.
Bagi para penenun lokal, program ini menjadi dorongan baru untuk mempertahankan tradisi yang telah mereka jalani puluhan tahun.
Yohana Sambonu, salah satu penenun di Ambon, mengaku mulai menenun sejak 1990 dan menjadi bagian dari generasi awal penggerak tenun di kota tersebut.
“Sentra ini yang pertama hadir di Ambon. Kami berharap dengan berbagai bantuan dan kegiatan yang ada, tenun Ambon bisa semakin berkembang,” katanya.
Tenunin Ambon merupakan lokasi pemberdayaan penenun ke-9 yang dikembangkan program Tenunin di Indonesia, setelah sebelumnya hadir di Alor, Sumba Timur, Ende, Belu, Sikka, dan Kapuas Hulu. Program ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran bagi para penenun sekaligus membuka harapan baru bagi generasi muda Ambon untuk melanjutkan tradisi tenun dengan inovasi.
Redaksi Pelita Maluku - Ais Fasse









Belum Ada Komentar