Pemprov Maluku Bagikan 3.000 Masker, Lindungi Warga dari Paparan Asap
AMBON, PELITA MALUKU — Pemerintah Provinsi Maluku membagikan sekitar 3.000 masker kepada masyarakat di Kota Ambon sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi udara yang dipenuhi asap dan kabut akibat kebakaran yang melanda sejumlah kawasan dalam beberapa pekan terakhir.
Aksi pembagian masker tersebut dipimpin langsung Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama sejumlah pejabat dan pegawai di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku. Kegiatan dipusatkan di kawasan samping Kantor Gubernur Maluku, tepatnya di sekitar Gereja Maranatha, Ambon, Senin (12/10/2026).
Ribuan masker dibagikan kepada masyarakat yang melintasi jalur tersebut, mulai dari pengendara sepeda motor, pengemudi mobil angkutan, hingga warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Langkah ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi lingkungan yang terdampak cuaca kering dan kebakaran lahan.
Asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kota Ambon menimbulkan kekhawatiran karena dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga, terutama mereka yang setiap hari beraktivitas di luar ruangan.
Pembagian masker dinilai sebagai langkah nyata pemerintah dalam merespons kondisi yang dirasakan langsung oleh warga.
Bagi masyarakat, kepedulian seperti ini penting karena dampak kebakaran bukan hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Kondisi cuaca yang dipengaruhi fenomena El Niño turut menjadi perhatian di tengah meningkatnya risiko kebakaran, kekeringan dan munculnya asap di sejumlah kawasan.
Melalui aksi pembagian masker ini, Pemerintah Provinsi Maluku menunjukkan upaya perlindungan kepada masyarakat di tengah situasi lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama.
Meski demikian, penggunaan masker perlu diikuti langkah pencegahan lainnya, termasuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat dan menghindari pembakaran terbuka.
Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kebakaran kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Perlindungan kesehatan warga menjadi semakin penting ketika kondisi udara memburuk. Di tengah situasi tersebut, kolaborasi pemerintah dan masyarakat dibutuhkan untuk mengurangi risiko kebakaran sekaligus dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.
AIS FASSE REDAKSI PELITA MALUKU
Komentar