Sebelum Harga Naik dan Stok Menipis, Pemkot Ambon Bergerak Lewat SIKENDALI
AMBON,PELITA MALUKU – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon tidak ingin menunggu sampai harga kebutuhan pokok melonjak atau barang mulai sulit ditemukan di pasar baru mengambil tindakan. Pemerintah memilih bergerak lebih awal dengan memperkuat pemantauan harga, stok, dan pasokan melalui dashboard SIKENDALI AMBON.
Langkah ini dilakukan agar potensi gejolak harga bisa diketahui sejak dini, sebelum dampaknya dirasakan masyarakat, terutama keluarga yang harus mengatur pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat penginputan data dashboard SIKENDALI AMBON yang dipimpin Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, di Ruang Rapat Vlesingen, Balai Kota Ambon, Jumat (6/11/2026).
Dalam rapat itu, Ely menekankan bahwa pengendalian inflasi membutuhkan data yang akurat, aktual, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan informasi yang tepat, pemerintah dapat membaca kondisi pasar dan menentukan langkah penanganan secara lebih cepat.
Untuk itu, distributor dilibatkan sebagai sumber informasi penting mengenai harga, ketersediaan stok, volume pasokan, hingga kelancaran distribusi barang.
Data tersebut jelas Toisuta, akan membantu pemerintah mendeteksi kemungkinan kelangkaan, keterlambatan pasokan, serta tekanan harga sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Pemkot memastikan, keterlibatan distributor bukan untuk mengganggu aktivitas usaha. Kerahasiaan data tetap dijaga dan penggunaannya difokuskan untuk kepentingan pengendalian inflasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald H. Lekransy, menjelaskan mekanisme penginputan data melalui dashboard SIKENDALI AMBON.
Setiap distributor akan memiliki akun dan penanggung jawab atau person in charge (PIC). Mereka bertugas memasukkan informasi harga, stok, volume pasokan, dan distribusi sesuai periode pelaporan, kemudian melakukan verifikasi sebelum data dikirim ke sistem.
Selanjutnya, data akan divalidasi dan dianalisis untuk mendukung sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) serta pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Melalui SIKENDALI, Lekransy berharap keputusan pengendalian harga tidak lagi terlambat. Sebab, yang ingin dijaga bukan hanya stabilitas angka inflasi, tetapi juga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani lonjakan harga.
AIS FASSE REDAKSI PELITA MALUKU
Komentar