Pemkot Ambon Gandeng Aiko Health, AI Didorong Perluas Akses Layanan Kesehatan
AMBON, PELITA MALUKU – Pemerintah Kota Ambon mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi dan layanan kesehatan melalui Aiko Health.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, mengatakan teknologi tersebut diharapkan membantu warga memperoleh informasi kesehatan, melakukan penilaian awal terhadap keluhan, serta menemukan fasilitas kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan dan mempermudah konsultasi awal,” kata Ronald di Ambon, Kamis (22/10/2026).
Aiko Health merupakan layanan kesehatan digital yang dikembangkan melalui kolaborasi GMANGO-Aiko Health. Platform ini dirancang untuk menghubungkan masyarakat dengan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit.
Dukungan Pemkot Ambon terhadap pengembangan layanan tersebut dimulai melalui pertemuan dengan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, pada 20 Juni 2026. Selanjutnya, GMANGO-Aiko Health menandatangani perjanjian kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Ambon pada 4 Juli 2026.
Sebagai tindak lanjut, tim Aiko Health melakukan sosialisasi dan pendampingan di 22 puskesmas di Kota Ambon untuk memperkenalkan penggunaan aplikasi serta menjelaskan fungsi teknologi AI dalam mendukung pelayanan kesehatan.
Menurut Ronald, penggunaan AI harus tetap berada dalam batas yang jelas. Teknologi ini berfungsi membantu masyarakat mengenali kebutuhan awal pelayanan, bukan menggantikan dokter, perawat, maupun tenaga medis dalam menetapkan diagnosis dan menentukan pengobatan.
Pembahasan lanjutan dilakukan bersama GMANGO pada 15 September 2026 di Hutumuri. Pertemuan yang dipimpin Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, itu melibatkan Dinas Kesehatan, Diskominfo, Bappeda, DPMPTSP, dan RSUD Kota Ambon.
Pembahasan diarahkan pada pengembangan Ambon sebagai Healthy City dan Smart City, termasuk memperkuat keterhubungan puskesmas dan rumah sakit serta memanfaatkan data agregat dan anonim untuk membantu perencanaan kebijakan kesehatan.
Ronald menegaskan, perlindungan data pribadi harus menjadi perhatian dalam pengembangan layanan digital tersebut. Informasi kesehatan yang digunakan untuk analisis perlu dikelola secara bertanggung jawab agar identitas dan privasi pasien tetap terlindungi.
Pemkot Ambon berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada penerapan aplikasi, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui akses informasi yang lebih mudah, pelayanan yang lebih terarah, dan koordinasi fasilitas kesehatan yang lebih baik.
AIS FASSE REDAKSI PELITA MALUKU
Komentar