MENEPIS ISU MIRING SOSOK PETRUS FATLOLON
Selasa, 24 Januari 2023
Bagikan

MENEPIS ISU MIRING SOSOK PETRUS FATLOLON

Saumlaki, Pelita Maluku.com - Semua pemimpin di dunia, tidak terkecuali siapapun, tentunya merasakan dampak buruk akibat dari penyebaran pandemi Covid-19.

Hal itupun juga dialami oleh Mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon, yang kurun waktu 5 tahun, memimpin negeri berjuluk Duan – Lolat hanya mampu mengendalikan APBD dan APBD Perubahan selama kurang lebih 3 tahun. Dan pengendalian yang dilakukan sangat dirasakan masyarakat.


Buktinya, kemajuan Tanimbar semakin jauh dari kekumuhan, bahkan pembangunan terus berjalan, sekolah baru di bangun, Pembangunan Puskesmas dengan model rawat nginap dibangun hingga ke pelosok Kecamatan, Perbaikan jalan dan jembatan termasuk pembangunan jembatan Leta Oaralan yang menghubungkan pulau Yamdena dengan Pulau Larat, akses jalan masuk ke beberapa desa tertinggal yang terbengkalai hingga belasan tahun menjadi prioritas penyelesaian, serta akses jalan masuk ke wisata Pantai Weluan yang terbengkalai telah diperbaiki hingga pintu masuk kawasan wisata Weluan di Olilit Timur, median dan drainase di seputaran Ibu Kota Saumlaki, bangunan pasar baru tradisional Ngrimase Olilit di Saumlaki, Pasar rakyat di desa Kabiarat dan beberapa di kecamatan terluar, pembangunan RSUD Magretti dengan desain kontemporer di kawasan Ukurlaran sebagai cara ampuh menaikan akreditasi rumah sakit serta peningkatan pelayanan di bidang kesehatan, perubahan nama Kabupaten Maluku Tenggara Barat menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, perjuangan pengelolaan PI 10% yang sebelumnya 0% diputuskan menjadi 3%, sukses membangun fasilitas MTQ dan tercatat sebagai Bupati yang berhasil menjadikan Tanimbar sebagai rumah toleransi dengan penduduk muslim yang hanya 4%. Namun bisa menyelenggarakan MTQ Maluku ke-29. Bahkan tersiar ke negara-negara muslim seperti di Kazakhstan. Demikian di ungkapkan salah satu Tokoh Pemuda Tanimbar Aya Sampo, Selasa (24/01/2023).


Selain itu lanjut Sampo, Bupati Petrus Fatlolon juga dicatat sebagai Bupati yang paling banyak melakukan kunjungan kerja sampai ke kecamatan dan desa terpencil, berbagi dengan anak-anak sekolah dalam kunjungan kerja, bertatap muka dengan penyandang disabilitas, para lansia, janda dan duda, kaum buruh, petani dan nelayan, menjamu para tamu yang datang dari desa-desa serta tamu daerah dari Ibukota Provinsi dan Pusat, menjadwalkan tamu dari unsur masyarakat pada hari kamis serta menetapkan hari kamis sebagai hari tematis tenun ikat Tanimbar yang wajib dipakai saat bekerja di kantor atau tempat kerja bagi para pelaku usaha serta BUMN/BUMD.


Kebijakan ini Kata Sampo, ikut menumbuh kembangkan usaha menenun bagi para pengrajin tenun ikat Tanimbar sehingga roda perekonomian tak surut di pusaran pelaku usaha, memiliki kebun puluhan hektar di Karawang Jawa Barat dan di desa Ilngei Kecamatan Tanimbar Selatan jauh sebelum menjadi Bupati pada tahun 2017, bahkan menyempatkan waktu berkebun di sela-sela kesibukannya sebagai Bupati. Serta masih banyak lagi prestasi yang hanya memakan waktu kira-kira 3 tahun. Sedangkan sisanya termakan penanganan pandemi covid-19, bayangkan saja bagaimana bila 10 tahun memimpin.

Pada pertarungan Pilkada 2017, sosok Petrus Fatlolon Ungkap Sampo, tak mengandalkan donatur siapapun dalam pemenangannya, karena ia berpikir hal itu sama saja dengan menggadaikan seluruh pembiayaan Negara melalui APBD kepada para kontraktor. Dan pada Pilkada 2024 nanti hal yang sama juga akan dilakukan.

Disamping itu satu hal yang paling menajubkan dari  seorang Fatlolon adalah, kerendahan hatinya, dimana setelah dilantik pada 22 Mei 2017, Bupati Petrus Fatlolon merangkul tokoh-tokoh yang kalah dalam kontestasi Pilkada bersamanya sebagai lawannya dan mengakomodir mereka dalam niat yang tulus membangun Tanimbar. Katakanlah, Wakil Bupati periode 2012-2017 Petrus Paulus Werembinan yang adalah lawan politik dalam Pilkada 2017, akhirnya dilantik memimpin BUMD PT. Kidabela yang mengurus transportasi laut berupa Kapal Ferry penyeberangan antar pulau kecil.

Ini suatu terobosan menarik yang mana pada tahun 2019 dilakukan juga oleh Presiden Joko Widodo yang melantik Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan di mana Prabowo sendiri adalah rival kandidat Presiden pada Pilpres 2019 bersama Joko Widodo, dan tak lama berselang juga melantik Sandiaga Salahudin Uno sebagai Menteri Pariwisata Dan Ekononi Kreatif di mana Sandiaga menjadi rival kandidat Wakil Presiden di Pilpres 2019.” Ungkap Sampo

Di sisi lain Jelas Sampo, Bupati yang tercatat telah memiliki rumah pribadi plus perabotan mewah di Tanimbar, sejumlah tanah, hotel di Larat, 2 unit rumah mewah di Jakarta, vila eksklusif dan elegant di Bali, rumah di Sorong dan Ambon, hanya seorang Petrus Fatlolon. Bahkan telah menyumbang rumah ibadah di Sorong, Ambon dan Tanimbar sejak tahun 2002 sampai tahun 2016 sebelum bertarung dalam kontestasi Pilkada 2017.

Terkait masalah pengangguran Ungkap Sampo, pada pemerintahan sebelumnya mereka tidak berani mengakomodir tenaga honor atau kontrak daerah, karena tertumbuk masalah pendanaan yang nantinya memberatkan APBD. Namun di masa kepemimpinan Fatlolon, kurang lebih ribuan orang diangkat untuk mengisi posisi teknis di pemerintahan dengan metode perjanjian kerja selama 4 tahun lamanya. Dan kini mereka telah menikmati kehidupan yang pantas dan layak sebagai tenaga kontrak daerah.

Ini adalah suatu kebijakan dan terobosan yang menguntungkan rakyat Tanimbar. Keberanian ini mengurai persoalan pengangguran yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Hanya saja saat ini tak ada satupun pejabat di pemerintah KKT yang berani mengakomodir tenaga kontrak daerah itu. Mereka sudah kembali ke rumah. Diberhentikan. Mungkin ada kepentingan lain yang lebih besar ketimbang mengurus recehan di kantong para honorer,” ungkapnya
Hebat kan sosok ini?. Masih percaya dengan berita bohong yang dihembuskan mereka yang ingin menjatuhkan popularitas sang visioner dan inovatif, Petrus Fatlolon?. Jangan mudah dipengaruhi dengan informasi yang menyesatkan! (PM.****)


Komentar

Belum Ada Komentar